Prompt adalah bentuk instruksi atau pertanyaan yang diberikan kepada AI untuk memperoleh respons tertentu.
Dalam konteks Youthfy AI, prompt yang baik tidak hanya menanyakan masalah, tetapi juga menyampaikan konteks yang cukup agar AI dapat memberikan respons yang lebih relevan dan terarah.
Berikut adalah beberapa contoh rancangan prompt efektif yang disusun oleh tim haidup.id untuk membantu Anda menyampaikan konteks persoalan secara lebih jelas, terarah, saat menggunakan Youthfy AI
Kasus #1: Gaya Hidup Era Digital
Saya ibu tunggal dari remaja putri usia (___ tahun). Sejak ayahnya meninggal, anak saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Kalau saya ingatkan, dia marah dan moodnya berubah drastis. Apa yang sebaiknya saya lakukan?
Kasus #2: Hobi/ Akademik
Saya merupakan seorang ayah dengan anak laki-laki usia (___ tahun). Putra saya tiba-tiba berujar tidak ingin melanjutkan kelas 2 SMA dan fokus jadi pemain e-sports profesional.
Nilai-nilainya hancur total. Satu sisi saya ingin mendukung hobinya tapi saya takut dia tidak punya masa depan kalau tidak punya ijazah. Bagaimana cara memberi pengertian yang bisa dia terima/ pahami?
Kasus #3: Hubungan Dengan Pasangan
Mantan suami saya masih sering ikut campur urusan pendidikan anak kami yang berusia (___ tahun) dan selalu menyalahkan suami baru saya jika nilai anak turun.
Hal itu sering memicu pertengkaran hebat antara saya dan suami baru saya. Anak saya jadi merasa dirinya adalah penyebab keributan antar orang tua. Apa sebaiknya yang harus saya lakukan?
Kasus #4: Hunian
Kami orang tua dengan putri sulung kami berusia (___ tahun) Saat ini kami masih menumpang di rumah mertua yang padat.
Kondisi rumah yang tidak punya ruang pribadi bagi anak membuat anak saya jadi sering stres dan emosional. Bagaimana cara saya menghadapi kondisi ini dan memberikan pemahaman kepada putri sulung kami di tengah keterbatasan hunian ini?
Contoh rancangan prompt diatas pada dasarnya dapat dikembangkan dan diterapkan pada beragam topik lain bersama Youthfy AI. Meliputi isu-isu pengasuhan seperti;
perlakuan salah seksual, kekerasan dan perundungan di lingkungan sosial, kekerasan dalam rumah tangga, penyalahgunaan zat atau kecanduan, gaya hidup era digital, kesehatan mental, hobi dan akademik, anak berkebutuhan khusus, gaya atau pola pengasuhan, hubungan orang tua dengan pasangan, relasi individu remaja, persoalan hunian, hingga karir, akademik, serta hukum, keamanan, dan privasi digital.
.